<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk afrizal22</title>
	<atom:link href="http://afrizal22.blogdetik.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://afrizal22.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Blogdetik.com weblog</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 15:55:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh afrizal</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-75</link>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 11:49:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-75</guid>
		<description>lho??? tau drmana aku neko?? sapa ini?

tanggapan saya atas pernyataan antum d atas singkat saja... coba logikakan... ada berapa hakim2 adil di sana? dan antum tahu sendiri mereka berakhir seperti apa, seperti yg antum sebutkan di atas.... dengan kondisi sprt itu tentu goda'an untuk korup menjadi kian besar, padahal sesungguhnya rakyat saat ini membutuhkan pelindung... dan orang2 yang "seharusnya" menjadi pelindung sudah tidak bisa mereka percayai lagi (terlepas dari masalah masih adanya hakim adil)... 

apalagi bisa dilihat, kebanyakan  orang2 yang mau berlaku bijak dan adil di ranah pejabat akan cepat "turun jabatan".... sering hal ini terjadi, krn saya sering sekali lihat di berita-berita, yang ternyata diduga banyak skenario2 orang2 disekitarnya yang ketika dia mencoba tuk berlaku menegakkan hukum, maka kawan2 pejabat sekitarnya akan terancam sehingga kawan2nya membuat skenario bersama  untuk "memaksakan turun jabatannya" orang itu... dan hal seperti itu berjalan dengan mulus di negeri ini, layaknya tak ada hukum yang menakutkan mereka... mereka sudah berfikir mereka berkuasa... karena mereka sudah punya jabatan, sehingga apapun yang mereka lakukan bakal "sulit" dilacak oleh polisi... krn sama sprt masyarakat saat ini... mereka pikir polisipun bakal bisa disuap dengan uang... krn itu ketakutan merekapun hilang...

lalu rakyat mau meminta bantuan pada siapa? di negara yang "tidak islami" seperti ini.... hanya do'alah yang bisa mereka panjatkan... sementara tak ada lagi yang bisa mereka pintai perlindungan (yang seharusnya itu sudah menjadi tugas para pejabat sbg pelayan rakyat)...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lho??? tau drmana aku neko?? sapa ini?</p>
<p>tanggapan saya atas pernyataan antum d atas singkat saja&#8230; coba logikakan&#8230; ada berapa hakim2 adil di sana? dan antum tahu sendiri mereka berakhir seperti apa, seperti yg antum sebutkan di atas&#8230;. dengan kondisi sprt itu tentu goda&#8217;an untuk korup menjadi kian besar, padahal sesungguhnya rakyat saat ini membutuhkan pelindung&#8230; dan orang2 yang &#8220;seharusnya&#8221; menjadi pelindung sudah tidak bisa mereka percayai lagi (terlepas dari masalah masih adanya hakim adil)&#8230; </p>
<p>apalagi bisa dilihat, kebanyakan  orang2 yang mau berlaku bijak dan adil di ranah pejabat akan cepat &#8220;turun jabatan&#8221;&#8230;. sering hal ini terjadi, krn saya sering sekali lihat di berita-berita, yang ternyata diduga banyak skenario2 orang2 disekitarnya yang ketika dia mencoba tuk berlaku menegakkan hukum, maka kawan2 pejabat sekitarnya akan terancam sehingga kawan2nya membuat skenario bersama  untuk &#8220;memaksakan turun jabatannya&#8221; orang itu&#8230; dan hal seperti itu berjalan dengan mulus di negeri ini, layaknya tak ada hukum yang menakutkan mereka&#8230; mereka sudah berfikir mereka berkuasa&#8230; karena mereka sudah punya jabatan, sehingga apapun yang mereka lakukan bakal &#8220;sulit&#8221; dilacak oleh polisi&#8230; krn sama sprt masyarakat saat ini&#8230; mereka pikir polisipun bakal bisa disuap dengan uang&#8230; krn itu ketakutan merekapun hilang&#8230;</p>
<p>lalu rakyat mau meminta bantuan pada siapa? di negara yang &#8220;tidak islami&#8221; seperti ini&#8230;. hanya do&#8217;alah yang bisa mereka panjatkan&#8230; sementara tak ada lagi yang bisa mereka pintai perlindungan (yang seharusnya itu sudah menjadi tugas para pejabat sbg pelayan rakyat)&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh vatonie</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-74</link>
		<dc:creator>vatonie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 00:40:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-74</guid>
		<description>Pemberantasan Korupsi tidak semudah membalik telapak tangan, tapi juga tidak sesusah yang dibayangkan....

Saya kebetulan orang yang bekerja di dunia peradilan, yang dianggap orang paling "korup", dan saya paham betul apa yang terjadi disini....

Satu pesan saya: memang tidak bisa dipungkiri masih ada yang bersikap korup, tapi kita juga tidak boleh menutup mata tentang berapa banyak aparat peradilan lain yang bersih, yang selalu berusaha bersih, yang selalu berjuang dari dalam, yang selalu mengajak rekan2 lain agar bersih. Dan jumlah mereka banyak sekali, sungguh banyak, saya jamin teman2 tidak akan bisa menghitungnya....

Pegawai peradilan yang religius, islami, jujur, adil, dan amanah pun sangat banyak, dan saya paham betul integritas mereka. Mereka yag tahan banting dan tahan godaan ketika berhadapan langsung dengan kenyataan, bagi saya lebih mulia daripada mereka yang hanya berbicara....

Ketika tidak ada "barang panas" dan "barang haram" yang masuk ke dalam perut, jangan engkau tanyakan tentang keberanian kepada mereka. Mereka sangat berani, sangat sangat berani....

Orang dan Media memang selalu melihat yang kotor. Sekarang saya tanya: Berapa banyak Hakim Pensiun yang tidak punya rumah? yang bahkan sampai saat mereka brhenti bekerja tidak mampu membeli tanah? tidak bisa menabung? Percayalah, teman2 tidak akan sanggup menghitungnya, karena sangat banyak. Mereka adalah Hakim2 yang bersih dan berintegritas, yang adil dan amanah....

Jujur, saya hanya bisa sedih, setiap ada wacana untuk menaikkan gaji dan pendapatan pegawia peradilan, maka kritikan dan cacian muncul dari mana2. Tolong sadari, kami juga manusia, yang memerlukan hidup yang layak untuk anak istri dan keluarga. Kami hanya bisa tawakkal dan berdoa, semoga suatu saat kesejahteraan itu akan datang. Kami cukupkan kebutuhan hidup sehari2 dari penghasilan bersih yang kami terima. Hutang Bank? Itu sudah menjadi "kebiasaan" kami sehari-hari...

Saya hanya bisa berharap, teman2 disini yang saya anggap bersih, bisa masuk ke dunia hukum dan peradilan, untuk bergabung dengan teman2 yang lain, agar kita bisa berjuang bersama, agar apa yang menjadi cita2 dan idealisme kita selama ini, bisa diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan....

Saat ini, kita butuh dukungan dan doa yang nyata, bukan hanya cacian dan kritikan dan sikap pesimis....

Maaf kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan....

Wass

*Selamat pagi mas Neko Ideologis* ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberantasan Korupsi tidak semudah membalik telapak tangan, tapi juga tidak sesusah yang dibayangkan&#8230;.</p>
<p>Saya kebetulan orang yang bekerja di dunia peradilan, yang dianggap orang paling &#8220;korup&#8221;, dan saya paham betul apa yang terjadi disini&#8230;.</p>
<p>Satu pesan saya: memang tidak bisa dipungkiri masih ada yang bersikap korup, tapi kita juga tidak boleh menutup mata tentang berapa banyak aparat peradilan lain yang bersih, yang selalu berusaha bersih, yang selalu berjuang dari dalam, yang selalu mengajak rekan2 lain agar bersih. Dan jumlah mereka banyak sekali, sungguh banyak, saya jamin teman2 tidak akan bisa menghitungnya&#8230;.</p>
<p>Pegawai peradilan yang religius, islami, jujur, adil, dan amanah pun sangat banyak, dan saya paham betul integritas mereka. Mereka yag tahan banting dan tahan godaan ketika berhadapan langsung dengan kenyataan, bagi saya lebih mulia daripada mereka yang hanya berbicara&#8230;.</p>
<p>Ketika tidak ada &#8220;barang panas&#8221; dan &#8220;barang haram&#8221; yang masuk ke dalam perut, jangan engkau tanyakan tentang keberanian kepada mereka. Mereka sangat berani, sangat sangat berani&#8230;.</p>
<p>Orang dan Media memang selalu melihat yang kotor. Sekarang saya tanya: Berapa banyak Hakim Pensiun yang tidak punya rumah? yang bahkan sampai saat mereka brhenti bekerja tidak mampu membeli tanah? tidak bisa menabung? Percayalah, teman2 tidak akan sanggup menghitungnya, karena sangat banyak. Mereka adalah Hakim2 yang bersih dan berintegritas, yang adil dan amanah&#8230;.</p>
<p>Jujur, saya hanya bisa sedih, setiap ada wacana untuk menaikkan gaji dan pendapatan pegawia peradilan, maka kritikan dan cacian muncul dari mana2. Tolong sadari, kami juga manusia, yang memerlukan hidup yang layak untuk anak istri dan keluarga. Kami hanya bisa tawakkal dan berdoa, semoga suatu saat kesejahteraan itu akan datang. Kami cukupkan kebutuhan hidup sehari2 dari penghasilan bersih yang kami terima. Hutang Bank? Itu sudah menjadi &#8220;kebiasaan&#8221; kami sehari-hari&#8230;</p>
<p>Saya hanya bisa berharap, teman2 disini yang saya anggap bersih, bisa masuk ke dunia hukum dan peradilan, untuk bergabung dengan teman2 yang lain, agar kita bisa berjuang bersama, agar apa yang menjadi cita2 dan idealisme kita selama ini, bisa diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan&#8230;.</p>
<p>Saat ini, kita butuh dukungan dan doa yang nyata, bukan hanya cacian dan kritikan dan sikap pesimis&#8230;.</p>
<p>Maaf kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan&#8230;.</p>
<p>Wass</p>
<p>*Selamat pagi mas Neko Ideologis* ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Di mana Kebenaran Hari Ini? oleh afrizal</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/#comment-73</link>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 18:11:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=75#comment-73</guid>
		<description>waduh... yang komen kok 3 orang yang sama??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh&#8230; yang komen kok 3 orang yang sama??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh afrizal</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-72</link>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 18:10:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-72</guid>
		<description>Insya Allah ukhti... ^_^ ...... ni ukhti kan? bukan akhi kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah ukhti&#8230; ^_^ &#8230;&#8230; ni ukhti kan? bukan akhi kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh afrizal</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-71</link>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 18:10:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-71</guid>
		<description>alhamdulillah ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh afrizal</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-70</link>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 18:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-70</guid>
		<description>weqs... maksude???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weqs&#8230; maksude???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh srianita</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-69</link>
		<dc:creator>srianita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 09:28:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-69</guid>
		<description>moga cara itu berhasil ya....
amin.

&lt;a href="http://blog.unand.ac.id/srianita09" rel="nofollow"&gt;Kunjungi Juga Blog Saya &lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>moga cara itu berhasil ya&#8230;.<br />
amin.</p>
<p><a href="http://blog.unand.ac.id/srianita09" rel="nofollow">Kunjungi Juga Blog Saya </a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Di mana Kebenaran Hari Ini? oleh srianita</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/#comment-68</link>
		<dc:creator>srianita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 09:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=75#comment-68</guid>
		<description>semoga y.....

&lt;a href="http://blog.unand.ac.id/srianita09" rel="nofollow"&gt;Kunjungi Juga Blog Saya &lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga y&#8230;..</p>
<p><a href="http://blog.unand.ac.id/srianita09" rel="nofollow">Kunjungi Juga Blog Saya </a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Di mana Kebenaran Hari Ini? oleh 4lf1rdaus</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/#comment-67</link>
		<dc:creator>4lf1rdaus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:11:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=75#comment-67</guid>
		<description>hmmmmmmmmmm 
&lt;a href="http://blog.unand.ac.id/alfirdaus" rel="nofollow"&gt;my blog&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmmmmmmmmm<br />
<a href="http://blog.unand.ac.id/alfirdaus" rel="nofollow">my blog</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam oleh 4lf1rdaus</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comment-66</link>
		<dc:creator>4lf1rdaus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74#comment-66</guid>
		<description>ana setuju
&lt;a href="http://blog.unand.ac.id/alfirdaus" rel="nofollow"&gt;my blog&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ana setuju<br />
<a href="http://blog.unand.ac.id/alfirdaus" rel="nofollow">my blog</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.335 seconds -->

