<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>afrizal22</title>
	<atom:link href="http://afrizal22.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://afrizal22.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Blogdetik.com weblog</description>
	<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 15:44:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tak Malukah Kita?</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/11/tak-malukah-kita/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/11/tak-malukah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 15:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Allah]]></category>

		<category><![CDATA[Allahu akbar]]></category>

		<category><![CDATA[bangkit]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[israel]]></category>

		<category><![CDATA[malu]]></category>

		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<category><![CDATA[penjajah]]></category>

		<category><![CDATA[persatuan]]></category>

		<category><![CDATA[sadar]]></category>

		<category><![CDATA[tak malukah kita?]]></category>

		<category><![CDATA[takbir]]></category>

		<category><![CDATA[umat muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan umat muslim palestina kelaparan, sementara kita disini makan dengan santai . . .
Ribuan umat muslim palestina ketakutan, sementara disini kita ber-aktifitas dengan tenang . . .
Ribuan umat muslim palestina tidak bisa tidur karena khawatir, disini kita enak-enakan tidur . . .
Ribuan umat muslim palestina berusaha untuk tetap berharap pada pertolongan Allah dan umat muslim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan umat muslim palestina kelaparan, sementara kita disini makan dengan santai . . .</p>
<p>Ribuan umat muslim palestina ketakutan, sementara disini kita ber-aktifitas dengan tenang . . .</p>
<p>Ribuan umat muslim palestina tidak bisa tidur karena khawatir, disini kita enak-enakan tidur . . .</p>
<p>Ribuan umat muslim palestina berusaha untuk tetap berharap pada pertolongan Allah dan umat muslim seluruh dunia, sementara kita disini dengan santainya bermaksiat dan menikmati hidup . . .</p>
<p>Ribuan umat muslim Palestina dibantai, sementara kita disini hanya bisa terdiam, dan melanjutkan aktivitas dengan tenang . . .</p>
<p>TAK MALUKAH KITA?</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p>ketika kita mengaku diri kita muslim, sementara kita mengabaikan saudara kita yang sedang terkena musibah sebesar ini disana?</p>
<p>TAK TAHUKAH KITA?</p>
<p>atau kita yang membuatakan diri atas penderitaan yang mereka alami, sementara disata mereka kesulitan makan dan ada kemungkinan sewaktu-waktu terbunuh, disini kita memikirkan diri kita sendiri . . .</p>
<p>DIMANA AQIDAH KITA?</p>
<p>مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى<br />
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih, sayang dan kecenderungan jiwa (simpati) seperti perumpamaan jasad/tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakannya, yaitu tidak bisa tidur dan (sakit) demam. (HR Ahmad, Baihaqi, Muslim, Thabrani dan Qudha‘i. Adapun lafazh hadits menurut riwayat Imam Muslim)</p>
<p>namun dimana wujud dari hadist tersebut? sudah hilangkah ikatan aqidah antara muslim-muslim seluruh dunia? ataukah malah aqidah-aqidah dari tiap muslim itu yang luntur? mengapa hanya sedikit yang sadar dan ingin membantu?</p>
<p>kira-kira apa yang umat muslim butuhkan sekarang? makanan? rumah? kesejahteraan? uang? dan hal-hal materi lainnya? itukah?</p>
<p>HANYA SEPENDEK ITUKAH IMPIAN UMAT MUSLIM??</p>
<p>pernahkah kalian bermimpi dapat berkumpul dalam 1 atap, bermimpi dapat bersatu tanpa ashobiyah?</p>
<p>LIHAT DAMPAKNYA!</p>
<p>layaknya sebuah kekuatan besar yang telah terpecah-pecah menjadi kecil, kekuatan islam yang seharusnya besar dan dijanjikan oleh Allah akan jaya itu, tumbang hanya gara2 segolongan umat!</p>
<p>na&#8217;udzubillah, kesatuan umat islam sudah menghilang, dan saat ini umat disibukkan dengan kepentingan diri sendiri! materialis! itulah umat islam sekarang!</p>
<p>SADARLAH!! SADARLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARAKU!!</p>
<p>islam bukan hanya agama ritual! namun juga agama pengatur! yang memberikan aturan! dan pemenyatu! yang dapat menyatukan semua muslim di dunia!!</p>
<p>لْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا<br />
&#8220;Orang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.&#8221; (HR Abu Ya‘la, Ahmad, Bukhari, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Hibban, Muslim, Nasa’i, Thabrani, Tirmidzi dan Qudha‘i )</p>
<p>ya saudaraku&#8230; inilah, inilah yang memberikat kekuatan pada kita&#8230; yaitu kesadaran untuk saling menguatkan&#8230;</p>
<p>ingatlah! manusia itu makhluk sosial, namun bukan berarti ideologi kita sosialis!</p>
<p>dasar pemikiran kita adalah islam! maka jadikanlah dasar pemikiran itu menjadi solusi hidup kita!</p>
<p>dari sanalah antum akan mengetahui, bagaimana pentingnya bergotong royong, bagaimana pentingnya bermusyawarah, bagaimana pentingnya bersatu, dan bagaimana pentingnya menerapkan aturan Allah&#8230;</p>
<p>mari kita bangkit dan sadar!</p>
<p>APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN UNTUK MEREKA?</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/11/tak-malukah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ESQ sesat?</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/07/esq-sesat/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/07/esq-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 23:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[ary ginanjar agustian]]></category>

		<category><![CDATA[budi utama]]></category>

		<category><![CDATA[emosional]]></category>

		<category><![CDATA[ESQ]]></category>

		<category><![CDATA[ginanjar]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[liberalisme]]></category>

		<category><![CDATA[malaysia]]></category>

		<category><![CDATA[mufti]]></category>

		<category><![CDATA[mufti malaysia]]></category>

		<category><![CDATA[question]]></category>

		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Mufti Malaysia Fatwakan ESQ Sesat


Sebuah fatwa dari Mufti wilayah persekutuan Malaysia telah menimbulkan kehebohan di beberapa milis Islam Indonesia. Karena apa? Karena fatwa yang Mufti Malaysia sampaikan tersebut akan sangat berimplikasi dengan sebuah lembaga training sumber daya manusia yang ada di Indonesia yang bernama ESQ.
ESQ yang berpusat di menara 165 jalan TB Simatupang Jakarta selatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="judul">Mufti Malaysia Fatwakan ESQ Sesat</h2>
<div id="tanggal" class="margin-10-10"><a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mufti-malaysia-fatwakan-esq-sesat.htm"></a></div>
<p><img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dunia_islam/the-esq_way_165.jpg" alt="" width="370" /></p>
<p>Sebuah fatwa dari Mufti wilayah persekutuan Malaysia telah menimbulkan kehebohan di beberapa milis Islam Indonesia. Karena apa? Karena fatwa yang Mufti Malaysia sampaikan tersebut akan sangat berimplikasi dengan sebuah lembaga training sumber daya manusia yang ada di Indonesia yang bernama ESQ.<span id="more-80"></span></p>
<p>ESQ yang berpusat di menara 165 jalan TB Simatupang Jakarta selatan dan digawangi oleh Ary Ginanjar Agustian, telah berhasil mentraining puluhan ribu orang dengan konsep keseimbangan antara Emosi, Spiritual dan intelektual.</p>
<p>Dari penjelasan tentang ESQ sendiri dijabarkan bahwa ESQ adalah pelatihan sumber daya manusia yang bertujuan untuk membentuk nilai moral dan karakter manusia, melalui penggabungan 3 potensi yang ada di manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.</p>
<p>Selama ketiga potensi manusia tersebut terpisah dan tidak didayagunakan dengan baik dan maksimal maka menurut kajian ESQ manusia akan terjadi krisis moral dan split personality. Dan lebih buruk lagi manusia yang tidak dapat mendayagunakan ketiga potensi itu maka manusia tersebut akan kehilangan makna hidup serta jati dirinya. Begitu kutipan yang menjelaskan apa itu ESQ secara singkat.</p>
<p>Namun bagi mufti Malaysia ajaran yang dipopulerkan oleh Ary Ginanjar ini adalah ajaran sesat dan harus dihindari. Melalui kajian, akhirnya mereka memutuskan bahwa ajaran ESQ yang mengusung ide 7 Budi Utama dan bercita-cita akan menuju Indonesia Emas pada tahun 2020 ini, difatwakan sesat berdasarkan sebuah fatwa tertanggal 10 Juni 2010.</p>
<p>Dalam fatwanya Mufti wilayah persekutuan Malaysia menjelaskan alasan kesesatan ESQ Ary Ginanjar, berikut ringkasan fatwanya:</p>
<p>* ESQ mendukung paham liberalisme yang menafsirkan nash-nash agama (al-quran dan sunnah) secara bebas.<br />
* ESQ menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian dan ini bertentangan dengan aqidah Islam tentang Nabi dan Rasul.<br />
* ESQ mencampuradukkan ajaran spritual bukan Islam dengan ajaran spiritual Islam.<br />
* ESQ menekankan konsep &#8217;suara hati&#8217; sebagai rujukan utama dalam menentukan baik atau buruknya sebuah perbuatan.<br />
* ESQ menjadikan logika sebagai sumber rujukan utama.<br />
* ESQ mengingkari mukjizat karena dianggap tidak dapat diterima akal.<br />
* ESQ menyamakan bacaan Al-fatiha sebanyak 17 kali dalam shalat dengan ajaran Bushido Jepang yang berlatar belakang ajaran Buddha.<br />
* ESQ menafsirkan kalimat syahadat dengan &#8220;triple one&#8221;.</p>
<p>Demikian ringkasan singkat fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia yang ditandatangani oleh Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh yang merupakan mufti resmi wilayah persekutuan Malaysia.</p>
<p>Sebenarnya beberapa waktu lalu telah ada yang menuduh ESQ sesat di Indonesia. Pada sebuah sesi tanya jawab dalam sebuah acara dari salah satu radio di Bekasi, seorang ustadz yang mengisi acara tersebut ditanya oleh pendengar yang meminta tanggapan ustadz tersebut tentang training ESQ. Dengan sangat mengejutkan sang ustadz tersebut membeberkan kesesatan ESQ menurut yang ia pahami dan poin-poin yang ia anggap sesat itu agak mirip dengan apa yang difatwakan oleh mufti Malaysia ini.</p>
<p>Untuk mendonload fatwa lengkapnya bisa diklik alamat ini,&nbsp;<a href="http://www.muftiwp.gov.my/pmwp/profail_jabatan_files/fatwa_esq.pdf" title="http://www.muftiwp.gov.my/pmwp/profail_jabatan_files/fatwa_esq.pdf" target="_blank">http://www.muftiwp.gov.my/pmwp/profail_j&#8230;</a></p>
<p>Sampai berita ini diturunkan dari situs-situs ESQ belum ada tanggapan terkait fatwa Mufti Malaysia ini yang menyesatkan ajaran ESQ.(fq)</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/07/esq-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tunjukkan dengan perbuatan!</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/05/tunjukkan-dengan-perbuatan/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/05/tunjukkan-dengan-perbuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 18:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[diikuti]]></category>

		<category><![CDATA[john]]></category>

		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>

		<category><![CDATA[maxwell]]></category>

		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>

		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>

		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<category><![CDATA[tunjukkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/05/tunjukkan-dengan-perbuatan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Orang lebih dahulu dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat,&#8221; Anda bisa mempercayai pernyataan ini atau tidak, tetapi itulah kenyataannya. Jika Anda saat ini memiliki anak maka Anda akan melihatnya. Tidak peduli apa yang Anda perintahkan supaya dilakukan oleh anak-anak Anda, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda kerjakan.
Bagi sebagian besar orang, jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Orang lebih dahulu dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat,&#8221; Anda bisa mempercayai pernyataan ini atau tidak, tetapi itulah kenyataannya. Jika Anda saat ini memiliki anak maka Anda akan melihatnya. Tidak peduli apa yang Anda perintahkan supaya dilakukan oleh anak-anak Anda, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda kerjakan.</p>
<p>Bagi sebagian besar orang, jika mereka melihat bahwa Anda bersikap positif, dapat dipercaya, dan mempunyai kualitas-kualitas mengagumkan, mereka akan mencari Anda sebagai pengaruh dalam kehidupan mereka. Saat Anda bertemu dengan orang-orang yang belum mengenal Anda, pada mulanya Anda pasti belum mempunyai pengaruh pada mereka. Orang-orang ini belum bisa melihat kualitas yang Anda di dalam diri, namun hal itu tidak akan berlangsung lama.</p>
<p>Pada saat berinteraksi dan mereka melihat segala tindakan Anda yang membangun kehidupan mereka maka disitulah Anda mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan inilah yang sebenarnya membuat Anda memiliki pengaruh terhadap orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p>&#8220;Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.&#8221;</p>
<p>Keteladanan yang Anda tampilkan melalui perbuatan memiliki pengaruh sangat besar dibandingkan perkataan yang indah dan enak didengar.</p>
<p>Leadership, John C.Maxwell</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/07/05/tunjukkan-dengan-perbuatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di mana Kebenaran Hari Ini?</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 22:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[golongan]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[jin]]></category>

		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<category><![CDATA[kebenaran hari ini]]></category>

		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, yang mengatakan di akhir zaman, memegang Islam itu, diibaratkan seperti memegang bara api. Betapa beratnya tetap berpegang kepada tali agama Allah, yaitu Islam. Hanya sedikit orang yang tetap kuat memegang tali-Nya. Memegang tali Allah, yaitu din, menjadi sebuah perjuangan yang sangat berat. Tidak mudah.
Karena, jenis jin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, yang mengatakan di akhir zaman, memegang Islam itu, diibaratkan seperti memegang bara api. Betapa beratnya tetap berpegang kepada tali agama Allah, yaitu Islam. Hanya sedikit orang yang tetap kuat memegang tali-Nya. Memegang tali Allah, yaitu din, menjadi sebuah perjuangan yang sangat berat. Tidak mudah.</p>
<p>Karena, jenis jin dan setan yang berbentuk manusia, berusaha terus menggelincirkan manusia, agar berbuat dosa dan maksiat. Mereka berjanji kepada Allah Azza Wa Jalla, menggoda, mengajak, mengarahkan, dan bahkan menipu manusia agar mereka berbuat durhaka. Setan melalui segala pintu kelemahan manusia, terus berusaha menjadikan golongan menusia menjadi golongan mereka (setan).<span id="more-75"></span></p>
<p>Ibnul Qayyim al-Jauzi membagi manusia ke dalam tiga golongan, ada kalanya manusia mengetahui kebenaran, tetapi adakalanya tidak mengetahui kebenaran. Orang yang mengetahui kebenaran, diantaranya ada yang melaksanakan tuntutannya, dan ada pula yang menentangnya. Orang yang mengetahui kebenaran dan kemudian mengamalkannya, adalah orang yang diberi nikmat oleh Allah. Dialah orang yang menyucikan jiwanya dengan agama (din), dan menjadi orang yang shalih, disayangi oleh Rabbnya, dan tidak berbuat maksiat serta menjauhi ajakan setan untuk berbuat durhaka, dan menentang Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p>Sekarang betapa banyak orang yang berilmu, dan dengan llmunya itu mensiasati kehidupan, yang bertujuan demi hawa nafsunya. Setan dengan kemampuannya terus mengarahkan, membujuk, dan mempengaruhi manusia, agar menusia tergelincir, dan masuk ke dalam kehidupan yang hina dina.</p>
<p>Orang yang mengetahui kebenaran, tetapi dia mengikuti hawa nafsunya, adalah orang yang dimurkai Allah, karena berbuat dzalim. Sedangkan orang yang tidak mengetahui kebenaran, dan mengikuti hawa nafsunya, adalah orang yang sesat, tidak mendapat petunjuk dalam beramal.</p>
<p>Betapa banyaknya orang yang beribadah, memiliki ilmu agama, dan dengan latar pendidikan yang tinggi, tetapi tidak dapat melaksanakan nilai-nilai kebenaran, dan justru menjadi pendukung kebathilan, serta terus bersama para ahli bathil, serta berpartisipasi dalam segala bentuk aktivitas dan gerakan yang hanya memberikan kepada entitas kebathilan.</p>
<p>Hari ini manusia sangatlah sulit dan menghadapi kesulitan besar, karena mereka telah dibelenggu oleh hawa nafsu mereka. Setan melalui wasilah seperti wanita, harta, dan tahta (kekuasaan), telah menutup kebenaran yang sudah jelas, tetapi manusia yang hina dan dina oleh bujukan setan itu, tak dapat lagi membedakan antara yang haq dengn yang bathil. Sehingga, kehidupan mereka menjadi ‘’talbiz’ antara haq dan bathil.</p>
<p>Oleh karna itu, orang-orang Yahudi, yang telah melakukan kekafiran lebih berhak mendapat kemurkaan Allah, karena mereka sangat jauh dari kebenaran. Firman Allah Ta’ala :</p>
<p>“Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bhwa Dia mnurunkan karunia-Nya. Karena itu, mereka mendapatkan kemurkaan”. (al-Baqarah : 90).</p>
<p>Dan firman-Nya lagi :</p>
<p>“Katakanlah : ‘Apakah akan aku beritahu kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang tersesat dari jalan yang lurus”. (al-Maidah : 60).</p>
<p>Itulah pandangan dari Allah Azza Wa Jalla terhadap orang-orang yang sudah dikuasai hawa nafsunya, dan tidak lagi menjadi shirath (jalan lurus) yang berupa din (Islam) sebagai petunjuk bagi kehidupan mereka. Mereka memilih meninggalkan Islam, dan memilih kenikmatan dunia. Sehingga mereka menjadi jauh dari Rabb. Itulah cara setan menyesatkan manusia, dan dipalingkan mereka dari Rabbnya, serta memilih kehidupan dunia, yang sangat sempit.</p>
<p>Allah Azza Wa Jalla memberikan gambaran orang-orang Yahudi sebagai kera dan babi, sejelek-jeleknya binatang, yang rakus seperti kera, dan tidak memiliki rasa malu seperti babi, yang bahkan memakan kotorannya sendiri. Manusia yang hanya mengejar kehidupan dunia, dan kenikmatan yang sifatnya hanyalah sesaat, sementara meninggalkan perintah Allah Ta’ala, maka tak lain, mereka menjadi pengikut para Yahudi dan setan.</p>
<p>Pengaruh Yahudi dan setan telah menyeruak ke dalam kehidupan baik yang bersifat individu dan kolektif, yang tidak mudah untu ditinggalkannya. Sebuah perjuangan yang sangat berat di zaman kini, di mana banyak orang terjerumus kehidupan yang sesat dan menghancurkan bagi mereka, tetapi mereka merasa yang mereka lakukan adalah kebenaran.</p>
<p>Betapa sia-sianya kehidupan mereka pada hari ini, yang tidak dapat menghindari dan menjauhi godaan setan, yang merusak itu. Wallahu’alam.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/di-mana-kebenaran-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Korupsi dengan Sistem Islam</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 22:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>

		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[hukum jahiliyah]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[jahiliyah]]></category>

		<category><![CDATA[komisi pemberantasan korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[KPK]]></category>

		<category><![CDATA[sistem]]></category>

		<category><![CDATA[sistem islam]]></category>

		<category><![CDATA[syari'ah]]></category>

		<category><![CDATA[syari'ah islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[MENGATASI KORUPSI DENGAN SISTEM ISLAM, UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK
“Sayembara “ pemilihan ketua KPK sudah digelar. Pendaftaran calon berakhir senin (14 Juni). Lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia ini sedang mencari sosok pemimpin yang cocok setelah ditinggalkan oleh Antazari Azhar. Ratusan orang sudah mendaftarkan diri.
Panitia Seleksi (Pansel) memastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENGATASI KORUPSI DENGAN SISTEM ISLAM, UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK</p>
<p>“Sayembara “ pemilihan ketua KPK sudah digelar. Pendaftaran calon berakhir senin (14 Juni). Lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia ini sedang mencari sosok pemimpin yang cocok setelah ditinggalkan oleh Antazari Azhar. Ratusan orang sudah mendaftarkan diri.</p>
<p>Panitia Seleksi (Pansel) memastikan 268 pendaftar dinyatakan memenuhi kelengkapan berkas dan berhak mengikuti seleksi berikutnya. Terdapat diantaranya sejumlah pengacara , mantan pejabat Tinggi Polri, birokrasi dan lain-lain.</p>
<p>Namun, belakangan seleksi ini menimbulkan kontroversi, beberapa pihak mencium bau tak sedap dalam proses seleksinya. Diantaranya dirasakan oleh Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana, ia mencium adanya kepentingan politik dari kekuatan Politik tertentu didalam pemilihan Ketua KPK. Denny mengatakan besar kemungkinan ada nama yang dititipkan oleh kekuatan Politik tersebut untuk menjadi ketua KPK . &nbsp;<a href="http://infosketsa.com" title="http://infosketsa.(" target="_blank">infosketsa.com</a>, Juni 2010)</p>
<p>Sedangkan menurut Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, proses seleksi sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Hanya saja, ia menambahkan ada beberapa faktor yang menjadikan beberapa orang yang dianggapnya berkualitas enggan mencalonkan diri sebagai komisioner di KPK disebabkan ada kekhawatiran bahwa menjadi anggota atau pimpinan KPK akan dikriminalisasikan. &nbsp;<a href="http://inilah.com" title="http://inilah.(" target="_blank">inilah.com</a> 08/06/10).<span id="more-74"></span></p>
<p>Tak bisa di pungkiri, tindak pidana korupsi di Indonesia merupakan penyakit klasik yang tidak kunjung terobati. Meskipun upaya-upaya pemberantasannya sudah di lakukan dengan berbagai cara, namun pada faktanya korupsi di Indonesia malah semakin menggurita.</p>
<p>Harapan besar masyarakat Indonesia sebenarnya di tujukan pada KPK. Dalam perjalananya, KPK cukup mampu memberikan angin segar terhadap pemberantasan korupsi, paling tidak terbukti dengan terungkapnya beberapa kasus korupsi. Namun seiring berjalannya waktu, bertubi-tubi lembaga ini di hajar oleh berbagai persoalan. Setelah kasus Antazari Azhar, giliran kemudian pimpinan KPK lain yakni Bibit-Candra yang kesandung masalah. Banyak pihak menganggap hal ini adalah upaya pelemahan terhadap KPK.</p>
<p>Disisi lain, tidak semua lapisan masyarakat mampu di jangkau oleh KPK. Padahal kasus korupsi hampir terjadi di semua lapisan. Bahkan menurut survei PERC tahun 2010 (Political &amp; Economic Risk Consultancy), Indonesia dinobatkan menjadi Negara paling korup se Asia-Pasifik. Dalam riset global barometer 2009 oleh Tranparancy International (TI) korupsi tertinggi adalah di parlemen dengan skor : 4,4. Kemudian perngkat kedua institusi peradilan skornya: 4,1, sementara itu Parpol bertengger di urutan ketiga (4,0), pegawai public (4,0), disusul sektor bisnis (3,2).</p>
<p>Sedangkan urutan daerah terkorup peringkat 1-8 diduduki oleh Kupang, Tegal, Manokwari, Kendari, Purwokerto, Pekanbaru, Padang Sidempuan dan bandung. &nbsp;<a href="http://klik-galamedia.com" title="http://klik-galamedia.(" target="_blank">klik-galamedia.com</a> 27/02/2009)</p>
<p>Korupsinya sistematis namun solusinya kelembagaan</p>
<p>Bagaimanapun, lembaga sekelas KPK tentunya tidak akan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam memberantas korupsi. Hanya sedikit yang mempu terungkap ke permukaan, itupun dalam pelaksanaanya selama ini bisa dibilang masih tebang pilih, ada beberapa pihak yang masih kebal terhadap penyidikan KPK.</p>
<p>Lembaga ini memang hanya berfungsi sebagai pemburu dan penangkap koruptor. Pelaku korupsi yang tertangkap hanya sebagian yang kemudian dipidanakan atau paling banter cuma divonis dengan sanksi yang sangat ringan oleh lembaga peradilan. Bahkan banyak pelaku korupsi kelas kakap yang sekarang ini masih bebas berkeliaran di luar negeri. Sistem pencegahan (preventif) dan sistem efek jera pun juga tidak berjalan secara efektif. Padahal ini adalah faktor penting dalam memberantas korupsi.</p>
<p>Sebenarnya lembaga-lembaga semacam ini sudah sering dibentuk walaupun mungkin sekedar formalitas dan tidak leluasanya kewenangan hukum yang dimiliki. Pada tahun 1970 saat Soeharto menjabat sebagai kepala negara pernah ada lembaga yang namanya “komisi empat”, bertugas memberikan langkah-langkah strategis dan taktis kepada pemerintah. Pada tahun yang sama juga terbentuk KAK (Komisi Anti Korupsi) yang digawangi oleh para aktivis mahasiswa di era itu. Di antaranya Akbar Tandjung, Asmara Nababan cs. Sampai muncullah KPK untuk pertama kalinya di masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri.</p>
<p>Alhasil, Korupsi di negeri ini masih saja menggurita, disebabkan korupsi ini adalah korupsi yang sistematis. Namun, seringkali solusi yang ditawarkan cuma sekedar dengan kelembagaan. Seharusnya penyelesainya harus secara sistematis.</p>
<p>Syariah Islam Solusinya</p>
<p>Karena itu, untuk menuju Indonesia yang lebih bersih haruslah dengan syariah Islam. Dalam sistem Islam, salah satu pilar penting dalam mencegah korupsi ialah di tempuh dengan menggunakan sistem pengawasan yang bagus. Pertama: pengawasan yang dilakukan oleh individu. Kedua, pengawasan dari kelompok, dan ketiga, pengawasan oleh negara. Dengan sistem pengawasan ekstra ketat seperti ini tentu akan membuat peluang terjadinya korupsi menjadi semakin kecil, karena sangat sedikit ruang untuk melakukan korupsi. Spirit ruhiah yang sangat kental ketika menjalankan hukum-hukum Islam, berdampak pada menggairahnya budaya amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Diberlakukannya juga seperangkat hukuman pidana yang keras, hal ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku dan pencegah bagi calon pelaku. Sistem sanksi yang berupa ta’zir bertindak sebagai penebus dosa (al-jawabir), sehingga mendorong para pelakunya untuk bertobat dan menyerahkan diri. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh sistem yang diterapkan sekarang.</p>
<p>Negara khilafah Islamiyah juga sangat memperhatikan kesejahteraan para pegawainya dengan cara menerapkan sistem penggajian yang layak. Rasulullah SAW bersabda: “Siapapun yang menjadi pegawai kami hendaklah mengambil seorang istri, jika tidak memiliki pelayan , hendaklah mengambil seorang pelayan, jika tidak mempunyai tempat tinggal hendaknya mengambil rumah. (HR. Abu Dawud). Dengan terpenuhinya segala kebutuhan mereka, tentunya hal ini akan cukup menekan terjadinya tindakan korupsi.</p>
<p>Kemudian, untuk menghindari membengkaknya harta kekayaan para pegawai, sistem Islam juga melakukan penghitungan harta kekayaan. Pada masa kekhilafahan Umar Bin khatab, hal ini rutin dilakukan. Beliau selalu menghitung harta kekayaan para pegawainya seperti para Gubenur dan Amil.</p>
<p>Sedangkan dalam upayanya untuk menghindari terjadinya kasus suap dalam berbagai modusnya, sistem Islam melarang pejabat Negara atau pegawai untuk menerima hadiah. Bisa kita lihat, pada masa sekarang ini banyak diantara pejabat/pegawai, ketika mereka melaporkan harta kekayaanya, kemudian banyak ditemukan harta yang tidak wajar, mereka menggunakan dalih mendapatkan hibah. Kasus seperti ini tidak akan terjadi dalam sistem Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang kami (Negara) beri tugas untuk melakukan suatu pekerjaan dan kepadanya telah kami beri rezeki (upah/gaji), maka apa yang diambil olehnya selain (upah/gaji) itu adalah kecurangan. (HR. Abu Dawud).</p>
<p>Dalam Islam, status pejabat maupun pegawai adalah ajir (pekerja), sedangkan majikannya (Musta’jir) adalah Negara yang di wakili oleh khalifah atau kepala Negara maupun penguasa selain khalifah, seperti Gubenur serta orang-orang yang di beri otoritas oleh mereka. Hak-hak dan kewajiban diantara Ajir dan Musta’jir diatur dengan akad Ijarah. Pendapatan yang di terima Ajir diluar gaji, salah satunya adalah yang berupa hadiah adalah perolehan yang di haramkan.</p>
<p>Pilar lain dalam upaya pencegahan korupsi dalam Islam adalah dengan keteladanan pemimpin. Bisa di ambilkan contoh, khalifah Umar Bin abdul aziz pernah memberikan teladan yang sangat baik sekali bagi kita ketika beliau menutup hidungnya saat membagi-bagikan minyak wangi karena khawatir akan mencium sesuatu yang bukan haknya. Belaiu juga pernah mematikan fasilitas lampu di ruang kerjanya pada saat menerima anaknya. Hal ini dilakukan karena pertemuan itu tidak ada sangkut pautnya dengan urusan Negara. Tampaknya hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi di negri ini, ketika rakyatnya banyak yang lagi kesusahan, mereka malah enjoy dengan mobil mewah terbarunya, serta fasilitas-fasilitas yang lain.</p>
<p>Itulah strategi Islam dalam pemberantasan korupsi, ini memang harus diterapkan secara menyeluruh, tidak sebagian-bagian demi sempurnanya kemaslahatan yang diinginkan. Karenanya, bersegeralah Indonesia untuk menerapkan Islam secara kaffah. Ini bukan tentang mendukung atau tidak mendukung KPK, namun ini tentang realita yang ada di depan mata, juga tentang keimanan yang menancap di dalam dada.</p>
<p>“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah: 50). Wallahu a’lam bi ash-shawab</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/29/mengatasi-korupsi-dengan-sistem-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ubay Bin Ka&#8217;ab, Selamat Atas Ilmu Yang Kau Capai!</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/21/ubay-bin-kaab-selamat-atas-ilmu-yang-kau-capai/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/21/ubay-bin-kaab-selamat-atas-ilmu-yang-kau-capai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 18:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[badar]]></category>

		<category><![CDATA[capai]]></category>

		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Nabi]]></category>

		<category><![CDATA[perang badar]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat rasul]]></category>

		<category><![CDATA[ubay bin ka'ab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, Rasulullah saw  menanyainya, “Hai abul Mundzir! Ayat manakah dari kitabullah yang  teragung?” Allah dan Rasul-Nya lebih tahu! Jawab orang itu. Nabi saw  mengulangi pertanyaannya, “Abul Mundzir, ayat manakah dari kitabullah  yang teragung?” Maka ia menjawab, “Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia  Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus Mengurus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small">Pada suatu hari, Rasulullah saw  menanyainya, “Hai abul Mundzir! Ayat manakah dari kitabullah yang  teragung?” Allah dan Rasul-Nya lebih tahu! Jawab orang itu. Nabi saw  mengulangi pertanyaannya, “Abul Mundzir, ayat manakah dari kitabullah  yang teragung?” Maka ia menjawab, “Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia  Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus Mengurus (makhluk)-Nya” (qs.  Al-baqarah:255).</span></p>
<p><span style="font-size: small">Rasulullah saw pun menepuk dadanya  dan dengan rasa bangga yang tercermin pada wajahnya, beliau berkata,  “selamat bagimu hai Abul Mundzir, atas ilmu yang kau capai”<span id="more-72"></span></span></p>
<p><span style="font-size: small">Abul Mundzir yang mendapat ucapan  selamat dari Rasul yang mulia atas ilmu dan pengertian yang dikaruniakan  Allah kepadanya itu, tiada lain adalah Ubay bin Ka’ab, seorang sahabat  yang mulia.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Ia adalah seorang warga Anshar dari  suku Khazraj, dan ikut mengambil bagian dalam perjanjian ‘Aqabah, perang  Badar, dan peperangan-peperangan penting lainnya. Ia mencapai kedudukan  tinggi dan derajat mulia di kalangan muslimin angkatan pertama, hingga  amirul mukminin ‘Umar sendiri pernah mengatakan tentang dirinya, “Ubay  adalah pemimpin kaum muslimin”.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Ubay bin Ka’ab merupakan salah  seorang perintis dari penulis-penulis wahyu dan penulis-penulis surat.  Begitupun dalam menghapal Al-quranul Karim, membaca dan memahami  ayat-ayatnya, ia termasuk golongan terkemuka.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Pada suatu hari, Rasulullah saw  mengatakan kepadanya, “Hai, Ubay bin Ka’ab! Saya dititahkan untuk  menyampaikan Al-quran kepadamu.” Ubay memahami bahwa Rasulullah saw  hanya menerima perintah-perintah itu dari wahyu, maka dengan harap-harap  cemas ia menanyakan kepada Rasulullah saw, “wahai Rasulullah, ibu bapak  ku menjadi tebusan anda! Apakah kepada anda disebutkan namaku?”  Rasulullah saw menjawab, “benar! Namamu dan turunanmu di tingkat  tertinggi!”</span></p>
<p><span style="font-size: small">Seorang muslim yang mencapai  kedudukan seperti ini di hati Nabi saw, pastilah seorang muslim yang  agung, amat agung! Selama bertahun-tahun persahabatan, yaitu ketika Ubay  bin Ka’ab selalu berdekatan dengan Nabi saw, tak putus-putusnya ia  meneguk dari telaganya yang dalam itu dan airnya yang manis itu dan  setelah berpulangnya Rasulullah saw, Ubay bin Ka’ab menepati janjinya  dengan tekun dan setia, baik dalam beribadah, dalam keteguhan beragama,  mauipun dalam keluhuran budi. Di samping itu, tiada henti-hentinya ia  menjadi pengawas bagi kaumnya. Diingatkannya mereka akan masa-masa  Rasulullah saw. Ketika masih hidup, diperingatkanlah keteguhan iman  mereka, sifat Zuhud, perangai, dan budi pekerti mereka. Diantara  ucapan-ucapan yang mengagumkan yang selalu didegungkannya kepada  sahabat-sahabatnya adalah “selagi kita bersama Rasulullah saw tujuan  kita satu, tetapi setelah ditinggalkan beliau tujuan kita  bermacam-macam, ada yang ke kiri dna ada yang ke kanan”.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Ia selalu berpegang kepada taqwa dan  menepati zuhud terhadap dunia hingga tak dpaat terpengaruh dan  terpedaya. Ia selalu menilik hakikat sesuatu pada akhir kesudahannya,  sebagaimana juga corak hidup manusia, betapa pun ia berenang di lautan,  kesenangan dan kancah kemewahan, tetapi ia pasti menemui maut dimana  segalanya akan berubah menjadi debu, sedangkan di hadapan-Nya tiada yang  terlihat kecuali hasil perbuatannya yang baik atau yang buruk.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Mengenai dunia, Ubay pernah  melukiskannya sebagai berikut, “sesungguhnya makanan manusia itu sendiri  dapat diambil sebagai perumpamaan bagi dunia, walaupun dikatakannya  enak atau tidak tetapi yang penting menjadi apa nantinya.”</span></p>
<p><span style="font-size: small">Bila Ubay berbicara di khalayak  ramai, maka semua leher akan terulur dan telinga sama terpasang  disebabkan sama terpukau dan terpikat. Apabila ia berbicara tentang  agama Allah tiada seorang pun yang ditakutinya, dan tiada udang dibalik  batu.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Tatkala wilayah Islam telah meluas  dan dilihatnya sebagian kaum muslimin mulai menyeleweng dengan menjilat  kepada pembesar-pembesar mereka, ia tampil dan melepas kata-katanya yang  tajam, “celaka mereka, demi Allah! mereka celaka dan mencelakakan!  Tetapi saya tidak emnyesal melihat nasib mereka, hanya saja yang saya  sayangkan ialah kaum muslimin yang celaka yang disebabkan oleh mereka!”</span></p>
<p><span style="font-size: small">Karena kesalehan dan ketaqwaannya,  Ubay selalu menangis setiap kali teringat akan Allah dan hari akhir.  Ayat-ayat Al-quranul Karim, baik yang dibaca ataupun yang didengarnya,  semua menggetarkan hati dan seluruh persendiannya. Tetapi ada satu ayat  diantara ayat-ayat yang mulia itu yang apabila dibaca atau didengar  olehnya maka ia akan diliputi oleh rasa duka yang tak dapat dilukiskan.  Ayat itu ialah : Katakanlah, “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab  kepadamu, dari atas kamu, atau dari bawah kakimu, atau Dia mencampurkan  kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan  kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa  Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka  memahaminya.” (QS.Al-an’am:65)</span></p>
<p><span style="font-size: small">Yang paling dicemaskan oleh Ubay  terhadap umat Islam adalah datanganya suatu generasi umat yang saling  bercakar-cakaran diantara sesama mereka. Ia selalu memohon keselamatan  kepada Allah, dan berkat Karunia serta RahmatNya, hal itu dpaat  diperolehnya dan ia pun menemui Rabb nya dalam keadaan beriman, aman,  tenteram, dan memperoleh pahala.</span></p>
<p><span style="font-size: small">Dikutip dari : Karakteristik  Perihidup 60 Sahabat Rasulullah.</span></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/21/ubay-bin-kaab-selamat-atas-ilmu-yang-kau-capai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/10/nikmatnya-hidup-di-bawah-naungan-al-quran/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/10/nikmatnya-hidup-di-bawah-naungan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 00:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[Fathuddin Ja'far]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Islam kaffah]]></category>

		<category><![CDATA[Khotbah]]></category>

		<category><![CDATA[Mu'zizat]]></category>

		<category><![CDATA[Mukjizat]]></category>

		<category><![CDATA[Naungan]]></category>

		<category><![CDATA[Nikmatnya hidup]]></category>

		<category><![CDATA[syari'at islam]]></category>

		<category><![CDATA[Voa-islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[oleh Fathuddin Ja&#8217;far
إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Fathuddin Ja&#8217;far</p>
<p>إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :<br />
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران : 102)<br />
Kaum muslimin rahimakumullah…<br />
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan….<br />
Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an :<br />
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم<br />
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا<br />
Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56)<span id="more-70"></span><br />
Kaum Muslimin rahimakumullah…<br />
Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak bisa diketahui kecuali oleh orang yang merasakannya. Kenikmatan hidup di bawah naungan Al-Qur’an itulah yang menyebabkan para Sahabat, Tabiin, Tabiittabiin dan generasi Islam sepanjang masa mampu menikmati hidup di dunia yang sementara ini dengan sangat produktif dan penuh amal shaleh.<br />
Bahkan, berbagai ujian dan cobaan yang menimpa mereka disebabkan hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan memperjuangkannya mereka rasakan sebagai minhah (anugerah) yang dirasakan manisnya, bukan sebagai mihnah (kesulitan) yang menyebabkan mereka berpaling dan menjauh dari Al-Qur’an. Mereka benar-benar sebagai generasi Qur’ani yang hidup dan mati mereka bersama Al-Qur’an dan untuk Al-Qur’an.<br />
Terdapat perbedaan yang jauh antara generasi Qur’ani dengan generasi yang belum dibentuk karakternya, pemikirannya dan prilakunya oleh Al-Qur’an. Generasi Qur’ani adalah generasi terbaik sepanjang zaman. Generasi yang mampu mengintegrasikan antara ucapan, keyakinan dan perbuatan. Hidup dan matinya untuk Islam dan umat Islam. Setiap langkah hidupnya didasari Al-Qur’an.<br />
Apa yang diperintah Al-Qur’an mereka kerjakan dan apa saja yang dilarang Al-Qur’an mereka tinggalkan. Sebab itu mereka connected (tersambung) selalu dengan Allah Ta’ala dalam semua ucapan, langkah dan perbuatan. Sedangkan generasi yang bukan atau belum dibentuk Al-Qur’an adalah generasi yang kontradiktif dan paradoks.<br />
Karakter, pemikiran dan prilakunya bertentangan dengan Al-Qur’an, kendati mereka hafal Al-Qur’an, memahami kandungan Al-Qur’an, fasih berbahasa Al-Qur’an dan bahkan mungkin juga membagi-bagikan Al-Qur’an kepada masyarakat dengan gratis.<br />
Oleh sebab itu, tidak heran jika situasi dan kondisi yang dialami oleh generasi Qur’ani sangat jauh berbeda dengan sitauasi dan kondisi yang dialami oleh generasi yang bukan terbentuk berdasarkan Al-Qur’an. Generasi Qur’ani adalah generasi yang cemerlang. Generasi yang semua potensi hidup yang Allah berikan pada mereka dicurahkan untuk meraih kesuksesan di Akhirat, yakni syurga Allah. Dunia dengan segala pernak pernikya, di mata mereka, tak lain adalah sarana kehidupan yang hanya dicicipi sekedar kebutuhan.<br />
Orientasi utama hidup mereka adalah kehidupan akhirat yang kekal abadi dan tidak bisa dibandingkan sedikitpun dengan dunia dan seisinya. Allah menjelaskan :<br />
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ<br />
Katakanlah (wahai Muhammad Saw)! Maukah kamu aku khabarkan dengan yang jauh lebih baik dari itu semua (harta, wanita, anak, istri dan seterusnya)? Bagi mereka yang bertaqwa, akan mendapatkan di sisi Tuhan Penciptanya Syurga yang mengalir dari bawahnya berbagai macam sungai. Mereka kekal di dalamnya dan ada istri-istri yang suci (tidak haid dan tidak berkeringat) dan juga keridhoan dari Allah (jauh lebih besar bagi mereka) dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran : 15)<br />
Lain halnya dengan generasi yang karakter, pemikiran dan perilakunya tidak dibentuk oleh Al-Qur’an. Mereka akan mencurahkan semua potensi diri yang Allah berikan kepada mereka untuk kepentingan hidup di dunia yang sementara ini. Sebab itu, pola fikir dan gaya hidup mereka hanya terfokus pada kehidupan dunia, kalaupun ada untuk akhirat, itupun hanya waktu sisa, harta sisa dan sisa-sisa ilmu dan tenaga.<br />
Tak diragukan lagi, hidup mereka bagaikan hewan dan bahkan lebih rendah dan lebih sesat lagi. Orang-orang seperti ini, di akhirat kelak akan hina dan akan menjadi penghuni neraka, kendati di dunia secara formal sebagai Muslim, hidup di komunitas Muslim dan sebagainya. Allah menjelaskan :<br />
لَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)<br />
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf : 179)<br />
Kaumuslimin rahimakumullah…<br />
Agar kita dan generasi kita tidak seperti yang digambarkan dan diprediksi ayat di atas, kita dan generasi kita haruslah hidup di dunia ini di bawah naungan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu telah memuliakan orang-orang yang tadinya hina seperti yang terjadi pada generasi Sahabat dan seterusnya. Al-Qur’an itu telah meninggikan derajat orang-orang yang tadinya budak dan hamba sahaya seperti yang dialami oleh Bilal Bin Rabah dan sebagainya.<br />
Al-Qur’an itu telah memerdekakan orang-orang yang tadinya terjajah oleh penguasa zhalim dan para pengusaha curang seperti yang dialami oleh kaum Muslimin Makah dan sebagainya. Al-Qur’an itu telah berhasil membawa manusia yang tadinya hidup tersesat kepada jalan hidup yang lurus, yang penuh berkah seperti yang dialami oleh kalangan Muhajirin, Anshor dan generasi berikutnya.<br />
Al-Qur’an itu telah berhasil memberikan pencerahan kepada manusia terkait dahsyatnya kehidupan akhirat, di mana sebelum mereka berinteraksi dengan Al-Qur’an mereka hanya mengetahui kehidupan dunia. Bahkan Al-Qur’an itu telah pula berhasil menjelaskan hakikat Tuhan Pencipta, hakikat alam semesta, hakikat manusia, hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.<br />
Agar kita dan generasi kita dapat hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan merasakan langsung kedahsyatannya, yang harus dilakukan tidak lain kecuali kita dan generasi kita harus mampu BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN ( التعامل مع القرآن). Agar interaksi dengan Al-Qur’an maksimal dan melahirkan hasil yang diharapkan, kita harus pula memahami metode berinteraksi dengan Al-Qur’an. Berinteraksi dengan Al-Qur’an itu ada yang terkait dengan teori dan ada yang terkait dengan praktek.<br />
Adapun hal-hal yang terkait dengan teori ialah :<br />
1. Meyakini Al-Qur’an itu datang dari Allah :<br />
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ (آل عمران : 7)<br />
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al qur&#8217;an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta&#8217;wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: &#8220;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&#8221; Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS. Ali Imran : 7)<br />
2. Meyakini kebenaran isi Al-Qur’an :<br />
وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (الإسراء : 105)<br />
Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (QS. Al-Isra’ : 105)<br />
فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلا الضَّلالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ (يونس : 32)<br />
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32)<br />
3. Menerima Al-Qur’an dengan hati terbuka dan suka cita :<br />
كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (الأعراف : 2)<br />
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-A’raf : 2)<br />
4. Memahami tujuan Al-Qur’an diturunkan Allah :<br />
4.1. ٍSebagai Manhaj Hidup yang terang dan jelas :<br />
الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (ابراهيم: 1)<br />
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim : 1)<br />
4.2. Sebagai Petunjuk Hidup yang paling lurus dan kabar gembira :<br />
إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (الإسراء :9)<br />
Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu&#8217;min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS. Al-Isra’ : 9)<br />
4.3. Sebagai Obat dan Rahmat :<br />
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا (الإسراء : 82)<br />
Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra’ : 82)<br />
4.4. Sebagai Peringatan bagi orang yang takut pada Allah dan ancaman (neraka)-Nya :<br />
فَذَكِّرْ بِالْقُرْآَنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ (ق :45)<br />
Maka beri peringatanlah dengan Al-Qur’an orang yang takut dengan ancaman-Ku. (QS. Qaf : 45)<br />
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى (2) إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (3) (طه : 2-3)<br />
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), (QS. Thaha : 2 – 3)<br />
4.5. Sebagai Ruh (Spirit) dan Cahaya kehidupan di dunia :<br />
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (الشورى : 52)<br />
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy-Syura : 52)<br />
4.6. Sebagai Petunjuk hidup (Sumber ajaran Islam):<br />
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (البقرة : 185)<br />
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).<br />
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS.Al-Baqarah : 185)<br />
5. Memahami dan meyaksikan Mukjizat Al-Qur’an :<br />
5.1. Mukjizat kandungan dan isi Al-Qur’an :<br />
َوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (الحشر : 21)<br />
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir . (QS. Al -Hasyr : 21)<br />
وَلَوْ أَنَّ قُرْآَنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَى بَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا أَفَلَمْ يَيْئَسِ الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ حَتَّى يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ (الرعد : 31)<br />
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al-Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Ar-Ra’d : 31)<br />
5.2. Mukjizat Bahasa Al-Qur’an :<br />
عن ابن عباس قال: دخل الوليد بن المغيرة على أبي بكر بن أبي قحافة فسأله عن القرآن، فلما أخبره خرج على قريش فقال: يا عجبا لما يقول ابن أبي كبشة. فوالله ما هو بشعر ولا بسحر ولا بهذْي من الجنون، وإن قوله لمن كلام الله (ابن كثير في تفسير اية : 11- 25 من سورة المدثر)<br />
Dari Ibnu Abbas ia berkata : Al-Walid Ibnu Al-Mughirah datang kepada Abu Bakar Bin Abi Quhafah dan bertanya tentang Al-Qur’an. Setelah Abu Bakar menjelaskannnya, Al-Walid langsung mendatangi pemuka Quraisy sambil berkata : Alanglah mengagumka apa yang dibaca oleh Abu Kabsyah (Abu Bakar) itu. Maka demi Allah, ia bukanlah syair, dan tidak pula sihir serta bukan juga celotehan orang gila. Sesungguhnya apa yang dibacakannya itu adalah Kalamullah (Firman Allah). (Tafsir Ibnu Katsir membahas surat Al-Muddats-tsir ayat 11 sampai 25)<br />
5.3. Mukjizat Scientific (ilmu pengetahuan) :<br />
سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (فصلت :53)<br />
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fush-shilat : 53)<br />
5.4. Mukjizat Hukum dan perundang-undangan :<br />
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (المائدة : 50)<br />
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. Al-Maidah : 50)<br />
5.5. Mukjizat pengobatan fisik dan psikis :<br />
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا (الإسراء :82)<br />
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra’ : 82)<br />
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (الزمر :23)<br />
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (QS. Azzumar :23)<br />
5.6. Mukjizat sejarah :<br />
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآَنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ (يوسف :3)<br />
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (QS. Yusuf : 3)<br />
5.7. Mukjizat analisa dan Futuristik :<br />
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8) (التكاثر)<br />
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan &#8216;ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS. At-Takatsur : 3 – <img src='http://afrizal22.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /><br />
Kaum Muslimin rahimkumullah..<br />
Al-Qur’an bukanlah untuk disenandungkan saja dan tidak pula untuk dinikmati kandungan dan isinya oleh akal dan kecerdasan intelektualitas saja. Akan tetapi wajib diyakini, dipahami dan diamalkan semua kandungan dan isinya. Untuk itulah, mengamalkan Al-Qur’an adalah kewajiban agar Al-Qur’an benar-benar menjadi hidayah, rahmah, syifa’ dan tadzkirah bagi kita. Agar Al-Qur’an itu dapat diamalkan, maka kita harus memposisikan Al-Qur’an sebagai berikut :<br />
1. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Buku pelajaran utama (الْكِتَابُ) :<br />
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ (آل عمران :79)<br />
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: &#8220;Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.&#8221; Akan tetapi (dia berkata): &#8220;Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Ali-Imran : 79)<br />
2. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Bacaan paling utama dan paling mulia<br />
(الْقُرْآَنُ الْكَرِيمُ / الْعَظِيمُ ):<br />
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (فاطر : 29)<br />
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Fathir : 29)<br />
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (العنكبزت : 45)<br />
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut : 45)<br />
3. Menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi utama dalam pembentukan pemikiran, intelektualitas dan karakter<br />
(تَدَبَّرُ الْقُرْآَنَ):<br />
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا (النساء :82)<br />
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. Annisa’ : 82)<br />
4. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Ruh (Spirit) hidup (الرُّوحُ) :<br />
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (الشورى : 52)<br />
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy-Syura : 52)<br />
5. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Cahaya kehidupan (النُّورُ) :<br />
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (النور :35)<br />
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Annur : 35)<br />
6. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk hidup (The Way of Life) (الْهُدَى) :<br />
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (البقرة : 2)<br />
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah : 2)<br />
7. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Peringatan (تَذْكِرَةً) :<br />
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى (2) إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (3)<br />
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) (QS. Thaha : 2 – 3)<br />
8. Merasakan Mukjizat Al-Qur’an :<br />
8.1. Mukjizat kandungan dan isi Al-Qur’an<br />
8.2. Mukjizat Bahasa Al-Qur’an<br />
8.3. Mukjizat Scientific (ilmu pengetahuan) Al-Qur’an<br />
8.4. Mukjizat Hukum dan perundang-undangan<br />
8.5. Mukjizat pengobatan fisik dan psikis<br />
8.6. Mukjizat sejarah<br />
8.7. Mukjizat analisa dan Futuristik<br />
Kaum Muslimin rahimakumullah….<br />
Demikianlah khutbah ini, semoga Allah membantu dan menolong kita dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, agar kita merasakan nikmatnya hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan mejadikan Al Qur’an sebagai dusturul hayah (sistem hidup).<br />
Semoga Allah pilih kita menjadi orang-orang yang sukses dalam mewujudkan generasi Islam, generasi masa depan yang diharapkan. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin…<br />
9. بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/10/nikmatnya-hidup-di-bawah-naungan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FIRAUNISASI WANITA</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/09/firaunisasi-wanita/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/09/firaunisasi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 16:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<category><![CDATA[capitalism]]></category>

		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>

		<category><![CDATA[dewa]]></category>

		<category><![CDATA[firaun]]></category>

		<category><![CDATA[firaunisasi wanita]]></category>

		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>

		<category><![CDATA[syari'at islam]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<category><![CDATA[wanita dalam islam]]></category>

		<category><![CDATA[woman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Jika pada cerita lalu wanita adalah makhluk termarginalkan, maka kisahnya kini berubah didewakan. Konon, dahulu para wanita setengah mati untuk mendapat pekerjaan, maka saat ini justru bejibun pria yang harus gigit jari terhadap wanita atas dominasi daftar lowongan.
Cukup ekstrem melihat terobosan sistem Kapitalisme ini, ketika kemudian wanita menjadi sasaran perbudakan. Dengan modal suara sumbang atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pada cerita lalu wanita adalah makhluk termarginalkan, maka kisahnya kini berubah didewakan. Konon, dahulu para wanita setengah mati untuk mendapat pekerjaan, maka saat ini justru bejibun pria yang harus gigit jari terhadap wanita atas dominasi daftar lowongan.</p>
<p>Cukup ekstrem melihat terobosan sistem Kapitalisme ini, ketika kemudian wanita menjadi sasaran perbudakan. Dengan modal suara sumbang atas nama kebebasan/ kemerdekaan (independent) dan keterbukaan (open minded), maka Liberalisme telah memainkan peran di atas legalitas Kapitalisme.<span id="more-68"></span></p>
<p>Dalam ranah ini, maka lahirlah konsep emansipasi wanita, kesetaraan gender, yang memupuskan kontrol sosial terhadap individu dan runtuhnya nilai-nilai kekeluargaan. Alhasil, konsep tersebut telah membiarkan wanita untuk menentukan nasibnya sendiri. Sebab, aturannya kini tak seorang pun yang berhak memaksa ataupun melarangnya untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Usut punya usut, gerakan yang berorientasi pada feminisme ini berasal dari Barat yang merupakan respons dan reaksi terhadap situasi kehidupan masyarakat di sana, terutama yang menyangkut nasib dan peran kaum wanita. Salah satu penyebabnya ialah pandangan ‘sebelah mata’ terhadap perempuan (misogyny) dan berbagi macam anggapan buruk (stereotype) serta citra negatif yang dilekatkan kepada mereka. Semua itu bahkan telah mengejawantahkan dalam tata-nilai masyarakat, kebudayaan, hukum, dan politik (Lihat Dr.Syamsuddin Arif, “Feminisme dan isu Gender,” dalam Orientalis dan Diabolisme Pemikiran: 103-104). Awalnya terkesan sebuah ‘kewajaran’, tetapi akhirnya menjadi kebablasan. Dan sebagian di Dunia Islam pun menjadi latah ikut-ikutan.</p>
<p>Tampak wanita telah diadu maskulin dengan lelaki, begitulah ghalibnya. Ironis. Padahal kodrat atau fitrah seorang wanita tentu bukan untuk diciptakan sebagai rival seteru seorang pria, tetapi untuk menjadi kawan yang saling bekerjasama, saling melengkapi sesuai dengan sifat dan potensi masing-masing di antara mereka. Konsep yang bertolak dan berpangkal dari Kapitalisme tersebut nampak jelas telah menjungkir-balikkan logika, sebab kalau hanya untuk mengejar dan mengungguli sepak terjang pria, maka seorang wanita tak perlu bersusah payah beradu maskulin, karena mestinya cukuplah dengan adu feminin.</p>
<p>Lihat apa hasilnya ketika perbudakan itu digalakkan, seorang wanita yang mestinya menjalankan fungsi tugasnya dalam rumah tangga menjadi kewalahan dan kekurangan waktu untuk mendidik anak-anaknya karena berlebihan jam pekerjaan (Lihat Husain Matla, “Firaunisasi ibu-ibu” dalam Demokrasi Tersandera, Hal.73). Demikian satu contohnya. Akan tetapi, yang harus digaris bawahi disini, contoh tersebut bukan lantas dimaksud untuk mengembalikan wanita pada tatanan marginal. Lain daripada itu, sebagai usaha untuk memposisikan wanita pada wilayah proporsional, dengan kembali kepada aturan yang akan mengatur dengan keadilan, itulah syariat Islam.</p>
<p>Apa yang ditawarkan oleh Islam dalam peranan wanita tiada lain dan tiada bukan adalah aturan yang memuliakan. Adalah salah kaprah jika timbul wacana, stigma, dan propaganda “pembatasan peranan wanita”, karena kebebasan wanita dalam Islam itu bebas, namun terikat. Maka kata yang lebih tepat yang mestinya disematkan bukanlah kata ‘membatasi’ apatah lagi ‘mengekang’, tetapi ‘mengatur’. Dan aturan itu berfungsi sebagai kontrol agar supaya tetap pada koridor yang telah ditetapkan oleh Allah yang Maha Mengatur.</p>
<p>Berbeda sekali dengan aturan kapitalisme yang tidak relevan. Disebut tidak relevan karena tidak sesuai dengan fitrah. Maka Syariat Islamlah satu-satunya jalan yang mampu membebaskan wanita dari jerat perbudakan, yang bertopeng dibalik istilah kebebasan, atas nama dan kepentingan: Kapitalisme.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/09/firaunisasi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Presiden Iran untuk Para Pendukung Rezim Zionis</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/06/nasehat-presiden-iran-untuk-para-pendukung-rezim-zionis/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/06/nasehat-presiden-iran-untuk-para-pendukung-rezim-zionis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 21:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>

		<category><![CDATA[PBB]]></category>

		<category><![CDATA[presiden iran]]></category>

		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengingatkan negara-negara yang bersekutu dengan rezim Zionis Israel agar menghentikan dukungannya pada Israel karena era Israel akan segera berakhir. Ia mengatakan, serangan Israel ke armada kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza &#8220;Freedom Flotilla&#8221; menunjukkan bahwa rezim Zionis sudah kehilangan akal sehatnya.
&#8220;Era rezim Zionis sudah tamat dan filosofi Zionis sudah lenyap oleh kebohongannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengingatkan negara-negara yang bersekutu dengan rezim Zionis Israel agar menghentikan dukungannya pada Israel karena era Israel akan segera berakhir. Ia mengatakan, serangan Israel ke armada kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza &#8220;Freedom Flotilla&#8221; menunjukkan bahwa rezim Zionis sudah kehilangan akal sehatnya.<span id="more-66"></span></p>
<p>&#8220;Era rezim Zionis sudah tamat dan filosofi Zionis sudah lenyap oleh kebohongannya sendiri. Negara AS dan sekutunya menciptakan Israel untuk mendominasi wilayah Timur Tengah kemudian menguasai dunia. Tapi hari ini, kita menyaksikan mereka memaksakan sebuah ekspedisi militer di kawasan untuk mempertahankan Israel,&#8221; tukas Ahmadinejad.</p>
<p>&#8220;Bahhkan para politisi paling bodoh sekalipun di dunia, tidak akan melakukan tindakan (penyerangan) itu. Jelas sudah, Israel jadi membabi buta karena terus menerus mendapat tekanan dari publik dunia,&#8221; sambung Presiden Iran.</p>
<p>Ia mengingatkan kembali bahwa sejarah Israel penuh dengan kekejaman. Oleh sebab itu ia mengingatkan, &#8220;Untuk para tuan besar dan para pendukung rezim Zionis, Saya beri Anda nasehat: selama lebih dari 60 tahun kalian mendukung kejahatan rezim Israel, memberikan katabelece. Cukuplah sudah. Demi kepentingan terbaik kalian semua, hentikanlah drama sejarah yang kalian buat.&#8221;</p>
<p>Seperti warga dunia lainnya, rakyat Iran juga mengutuk serangan brutal tentara Israel ke rombongan &#8220;Freedom Flotilla&#8221; hari Senin Subuh kemarin. Ribuan rakyat Iran turun ke jalan usai salat Jumat, memprotes serangan tersebut dan mengutuk rezim Zionis Israel. Dalam enam poin pernyataan, para pengunjuk rasa antara lain menyerukan dunia internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah yang cepat dan serius terhadap tindakan barbar Israel.</p>
<p>Mereka juga mendesak Organisasi Konferensi Islam dan Liga Arab untuk bersatu melawan Israel serta mendesak agar para pejabat pemerintah Israel di seret ke pengadilan internasional. (ln/ptv)</p>
<p>&nbsp;<a href="http://eramuslim.com/berita/dunia/nasehat-presiden-iran-untuk-para-pendukung-rezim-zionis.htm" title="http://eramuslim.com/berita/dunia/nasehat-presiden-iran-untuk-para-pendukung-rezim-zionis.htm" target="_blank">http://eramuslim.com/berita/dunia/naseha&#8230;</a></p>
<p>Pertanyaannya :</p>
<p>1. akankah PBB yang dikatakan membantu mereka para korban palestina, sedangkan mereka sendiri jelas-jelas terikat       kontrak     oleh amerika yang mempunyai hak veto didalamnya?<br />
2. akankah PBB membantu dengan menyatakan perang thdp israel dan Amerika yang akan berisiko membuka world war III?<br />
3. akankah mereka bisa diharapkan selain hanya mengecam saja? bukankah mereka adalah organisasi besar dunia?</p>
<p>4. masihkah kita terbodohi dengan berharap kepada PBB?  sedangkan mereka sudah mendiamkan kedzaliman para zionis itu selama bertahun-tahun??<br />
5. tak adakah solusi bagi umat saat ini? yang bisa dipercaya dan tidak berkhianat?</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2010/06/06/nasehat-presiden-iran-untuk-para-pendukung-rezim-zionis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UNAS BNTR LG D UMUMIN LHO!!!</title>
		<link>http://afrizal22.blogdetik.com/2009/06/03/unas-bntr-lg-d-umumin-lho/</link>
		<comments>http://afrizal22.blogdetik.com/2009/06/03/unas-bntr-lg-d-umumin-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 01:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afrizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>

		<category><![CDATA[pendapat]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<category><![CDATA[sistem]]></category>

		<category><![CDATA[sistem pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[unas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afrizal22.blogdetik.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Asslamualaikum wr. wb
kali ini saya mengutarakan pendapat saya tentang UNAS dan GAGALNYA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA
deg deg-an nih&#8230; pasti dong&#8230; kecuali orang yang siap gagal atau orang yang yakin akan kelulusannya&#8230; itu pun pasti masih ndredeg dikit2&#8230;
TAHUKAH KALIAN?
sebenarnya kalian tidak akan jadi seperti ini bila pemerintah tidak mempermainkan standar dan nilai se enaknya hanya untuk coba&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asslamualaikum wr. wb</p>
<p>kali ini saya mengutarakan pendapat saya tentang UNAS dan GAGALNYA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA</p>
<p>deg deg-an nih&#8230; pasti dong&#8230; kecuali orang yang siap gagal atau orang yang yakin akan kelulusannya&#8230; itu pun pasti masih ndredeg dikit2&#8230;<span id="more-63"></span></p>
<p>TAHUKAH KALIAN?</p>
<p>sebenarnya kalian tidak akan jadi seperti ini bila pemerintah tidak mempermainkan standar dan nilai se enaknya hanya untuk coba&#8221; menentukan standar pendidikan yang tepat&#8230;</p>
<p>coba deh bayangkan, gimana mau standarnya tepat&#8230; wong yang diliat lho berbagai negara maju yang fasilitas dan kualitas pendidikannya terjamin dan mutunya juga bagus&#8230; wajar toh jika mereka menuntut siswanya untuk memberikan hasil yang maksimal untuk fasilitas yang diberikan untuk mereka&#8230;</p>
<p>sekarang kita bandingkan dengan fasilitas yang diberikan pemerintah saat ini? bisa dilihat kan? TIDAK MERATA&#8230; yang di beri fasilitas hanya daerah sekelilingnya saja&#8230; sebut: JAKARTA&#8230; coba kita lihat di tempat-tempat terpencil yang agak jauh&#8230; apakah pemerintah memberikan fasilitas memedai untuk mereka?</p>
<p>TIDAK!</p>
<p>bayangkan!</p>
<p>mana nasionalisme yang mereka gembor-gemborkan? daerah&#8221; terpencil itu juga termasuk indonesia bukan? kenapa mereka abaikan? lalu pemerintah mau standar UNAS nya di samakan seluruh Indonesia ini?</p>
<p>GILA! jelas banyak yang gak lulus lah&#8230;.</p>
<p>tapi berbeda pada beberapa tahun belakangan ini, tingkat kelulusan naik&#8230; wauw pemerintah sedikit bangga pada rakyatnya&#8230;</p>
<p>tapi ternyata&#8230;</p>
<p>mereka mendapatkan kunci jawaban dari ujian&#8221; yang selama ini di selenggarakan pemerintah?</p>
<p>APA MAKSUDNYA INI?</p>
<p>ternyata di saat pemerintah memberikan beban tanggungan yang tidak mungkin di atasi oleh rakyatnya, rakyatnya yang tidak bodoh-pun berpikir untuk mengatasinya dengan &#8220;jalan apapun&#8221; agar mereka bisa &#8220;BERTAHAN HIDUP&#8221;.nah 2 kata terakhir itu perlu di garis bawahi.</p>
<p>kenapa untuk bertahan hidup? karena dapat di lihat jalan hidup masyarakat di sini&#8230; &#8220;tidak ada ijasah tidak ada kerja, tidak ada kerja tidak ada uang, tidak ada uang tidak ada kemakmuran&#8221; itulah yang menjadi moto masyarakat sekarang&#8230;</p>
<p>jadi mereka kini sudah tak memandang lagi pendidikan sebagai &#8220;ilmu&#8221; namun hanya sebagai &#8220;jalan mendapat kerja&#8221;</p>
<p>BERANTAKAN SEKALI</p>
<p>itulah kata-kata yang bisa saya ucapkan untuk sistem pendidikan Indonesia ini&#8230; pemerintah tak berfikir jauh hingga menyengsarakan rakyatnya seperti yang saya utarakan di atas&#8230;</p>
<p>KENAPA SAYA BILANG BEGITU?</p>
<p>coba anda bayangkan&#8230; pernahkah anda berpikir bahwa sistem pendidikan ini hanyalah sistem &#8220;jawab soal&#8221;? &#8220;pokoknya bisa jawab maka luluslah aku&#8221; itulah yang dikatakan beberapa orang tentang beberapa ujian yang di keluarkan baik pemerintah maupun sekolahnya masing2&#8230; akhirnya mereka berfikir bahwa &#8220;aku tak perlu belajar, bukankan ada cara yang lebih baik untuk menjawab soal?&#8221;</p>
<p>jadi&#8230;</p>
<p>Apakah solusi dari semua kegagalan pemerintah saat ini?</p>
<p>darimana asal dari kegagalan ini? kenapa bisa terus menerus terjadi? bukan hanya di dalam pendidikan bukan? namun menyebar hingga kemakmuran rakyatnya&#8230;</p>
<p>Jadi tunggu apa lagi untuk menjalankan hukum yang &#8220;paling benar&#8221;, yaitu syariat islam? apakah masih perlu bukti&#8221; menyakitkan yang akan kita hadapi berikutnya?</p>
<p>&#8220;sekarang mungkin mereka yang menderita? besok?&#8221;</p>
<p>&#8220;apakah anda pikir anda akan selamat dari kebejatan kapitalisme ini?&#8221;</p>
<p>mohon kritik</p>
<p>wassalamualaikum wr. wb.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afrizal22.blogdetik.com/2009/06/03/unas-bntr-lg-d-umumin-lho/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 2.241 seconds -->

